
Bogor, 8-10 Agustus 2025, suasana sejuk Kota Hujan terasa semakin hidup ketika ratusan peneliti, pemerhati burung, mahasiswa, dan pecinta burung berkumpul dalam Konferensi Peneliti dan Pemerhati Burung di Indonesia (KPPBI) Ke-7. Mengusung tema “Harmonisasi antara Burung, Manusia, dan Lingkungan”, perhelatan ini menjadi ruang penting untuk berbagi pengalaman dan sekaligus menimba ilmu, hasil penelitian, serta semangat konservasi yang melintasi batas generasi dan wilayah.


Suasana Konferensi KPPBI 7 Di Bogor
Sejak hari pertama, disambut dengan pemaparan para pembicara dan narasumber utama dan dilanjutkan dengan sesi presentasi hasil penelitian para peserta di ruangan konferensi dipenuhi dengan diskusi hangat. Para peserta berbagi wawasan terbaru mengenai ekologi, perilaku, dan pelestarian burung di Indonesia. Tidak hanya hasil riset ilmiah, namun juga pengalaman lapangan, inovasi edukasi, hingga strategi perlindungan spesies yang kian terdesak oleh perubahan habitat.
Tim Konservasi Kakatua Indonesia (KKI) turut berperan aktif dalam konferensi dengan memaparkan dua penelitian:
1. Recent Status of the Endemic Bird on Buru Island, Indonesia – yang mengungkap kondisi terkini burung endemik di Pulau Buru, termasuk tantangan hilangnya habitat dan langkah-langkah konservasi yang perlu segera dilakukan.
2. Status Terkini Kakatua Maluku dan Upaya Konservasi di Pulau Ambon – presentasi yang membuka mata banyak peserta tentang ancaman serius terhadap Kakatua Maluku, sekaligus memperlihatkan strategi kolaboratif bersama masyarakat lokal untuk menjaga kelestariannya.


Antusiasme pengunjung KPPBI 7 di Bogor mengunjungi stand fundraising KKI yang menjual aneka merchandise dan informasi program KKI
Tak hanya berkontribusi melalui forum ilmiah, KKI juga ikut memeriahkan suasana konferensi dengan membuka sebuah booth. Di sana, pengunjung bisa menemukan merchandise KKI seperti kaos bertema konservasi, pin bergambar burung endemik, hingga pernak-pernik khas Maluku yang membawa nuansa budaya daerah timur Indonesia ke tengah Bogor. Booth ini bukan sekadar tempat belanja, tetapi juga sarana interaksi yang hangat, sebuah jembatan antara ilmu pengetahuan, gerakan konservasi, dan masyarakat luas.
Memasuki hari terakhir, konferensi ditutup dengan serangkaian workshop interaktif. Para peserta diajak langsung merasakan pengalaman lapangan melalui kegiatan bird banding, bird watching, serta pelatihan penulisan ilmiah. Workshop ini tidak hanya menambah keterampilan, tetapi juga menumbuhkan rasa kedekatan yang lebih kuat antara peserta dengan dunia burung dan alam sekitarnya.
Konferensi ditutup dengan semangat bersama: menjaga kicau burung tetap menggema di hutan Indonesia. Seperti tema besarnya, harmoni hanya tercipta bila burung, manusia, dan lingkungan bisa hidup berdampingan.


Tim KKI dan TIM YPI bertemu di KPPBI 7 Bogor