Masohi: Cerminan Nilai Adat Masyarakat Huaulu


Oleh Geovanny Leoni Leleulya


Di tengah arus modernisasi, adat istiadat masyarakat Negeri Huaulu tetap hidup dan mengakar kuat, menjadi nadi yang menggerakan kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Salah satunya adalah masohipraktik gotong royong yang hingga kini masih menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat adat termasuk bagi masyarakat Negeri Huaulu. Secara umum, masohi berarti kegiatan gotong royong atau kerja sama secara sukarela antaranggota masyarakat untuk menyelesaikan pekerjaan yang bermanfaat bagi kepentingan bersama maupun individu.

Akivitas Gotong Royong Masyarakat Adat Huaulu

Kegiatan masohi di Negeri Huaulu dilaksanakan sesuai kebutuhan dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Masohi dilakukan bukan hanya untuk membersihkan lingkungan Negeri, masohi untuk membangun Baileo (rumah Adat), masohi untuk membangun rumah masyarakat, tetapi juga masohi dalam kegiatan pertanian juga untuk acara adat. Nilai-nilai yang terkandung dalam masohi ini telah diwariskan dari generasi ke generasi, menjadikannya sebagai salah satu warisan leluhur yang terus dipelihara dan dihormati oleh masyarakat adat Huaulu hingga saat ini.

Dalam pembangunan rumah warga maupun Baileo di Negeri Huaulu, masohi tidak hanya melibatkan kaum lelaki, tetapi juga perempuan dengan peran yang saling melengkapi. Kaum lelaki bertanggung jawab untuk menyiapkan berbagai bahan bangunan yang diperoleh dari hutan, seperti daun untuk atap, gaba-gaba (tangkai daun atau pelepah pohon sagu), bambu, dan kayu tiang untuk penyangga rumah. Sementara itu, kaum perempuan berperan untuk menyiapkan makanan dan kebutuhan konsumsi bagi masyarakat yang terlibat dalam pekerjaan tersebut.

Masyarakat Huaulu mencari daun sagu untuk atap rumah Baileo dan Raja Huaulu

Setelah seluruh bahan bangunan berhasil dikumpulkan, masyarakat akan berkumpul untuk mengerjakan tahapan selanjutnya secara bersama-sama. Salah satunya adalah menganyam daun yang akan digunakan sebagai atap rumah. Kegiatan ini umumnya berlangsung di Baileo.

Kondisi hutan adat di Huaulu

Masohi merupakan warisan leluhur yang terus hidup dalam keseharian masyarakat Huaulu. Masohi menjadi warisan budaya yang tidak hanya membantu masyarakat dalam menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga menjadi warisan yang mempererat hubungan sosial dan memperkuat ikatan persaudaraan, sekaligus menjaga semangat kebersamaan sebagai masyarakat adat di tengah perubahan zaman.


Tim KKI berkoordinasi bersama Raja Huaulu