Rehabilitasi Hutan Bakau Di Desa Masakambing Untuk Menjaga Habitat Kakatua-Kecil Jambul-Kuning Sekaligus Barier Terbaik Menagkal Abrasi


 PROGRAM REHABILITASI HABITAT


     Satwa liar tak terkecuali kakatua dan burung paruh bengok sangat membutuhkan habitat untuk dapat menjalankan dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Setiap satwa liar memiliki karakteristik habitatnya masing-masing, seperti kakatua dan burung paruh bengkok hidup dari dataran rendah sampai pegunungan dibawah 2000 m serta membutuhkan pohon pakan, pohon sarang dan pohon tidur. Keluarga burung ini merupakan jenis pemakan buah, biji, bunga dan nektar. Komunitas burung paruh bengkok memakan puluhan hingga ribuan jenis buah, biji dan bunga-bungaan di hutan hujan tropis untuk dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tubuhnya. Cukup berbeda dengan jenis burung pada umumnya karena burung paruh bengkok membuat sarang dengan cara melubang didalam batang pohon dan membutuhkan pohon sarang spesifik. Hal tersebut menjadikan burung paruh bengkok membutuhkan jenis pohon dengan diameter, ketinggian dan memiliki kriteria spesifik.  Begitu pula dengan pohon tidur beberapa jenis burung paruh bengkok memiliki jenis pohon dengan kerimbunan dan ketingian spesifik.  

Burung kakatua-kecil jambul-kuning sedang makan bunga jantan pohon lontar Borassus sundaikus (sebelah kiri) dan lubang sarang betet paruh besar Tanygnathus megalorynchos (sebelah kanan)  

    Ketergantungan burung paruh bengkok terhadap tipe habitat yang sangat spesifik serta keberadaan komunitas pohon yang berfungsi sebagai sumber pakan, tempat bersarang, dan juga sebagai tempat istirahat, membuat burung-burung ini sangat rentan terhadap berbagai perubahan lingkungan. Habitat yang ideal bagi mereka tidak hanya menyediakan makanan yang melimpah, tetapi juga memenuhi kebutuhan penting mereka untuk berkembang biak dan beristirahat. Oleh karena itu, keberlanjutan ekosistem habitat mereka sangat krusial untuk menjaga populasi burung paruh bengkok tetap sehat dan seimbang dalam lingkungan mereka.

    Untuk menangani tantangan ini, program rehabilitasi serta upaya menjaga kualitas dan kuantitas habitat burung paruh bengkok terus dilakukan secara kontinyu di beberpa wilayah sebaran burung paruh bengkok yang menjadi prioritas kerja KKI. Dalam usaha menjaga kondisi habitat tersebut, KKI (Konservasi Kakatua Indonesia) dipercaya untuk mengelola beberapa bidang tanah yang secara strategis ditanami dengan berbagai jenis pohon penting bagi burung paruh bengkok. Donasi tanah tersebut yaitu meliputi 4500 m2 yang berasal dari donasi ibu Lissa Laurence yaitu untuk membantu meningkatkan pohon penting bagi burung kakatua di Masakambing. Kemudian tanah kedua yaitu berasal dari donasi Ibu Barbara Bailey dengan luas ± satu Ha. Lokasi tanah berada di Seram Bagian Barat, dimana tanah tersebut akan diperuntukan sebagai kebun pakan dan pohon penting untuk burung paruh bengkok. Pohon-pohon ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber pakan, tetapi juga sebagai sarang yang aman bagi burung paruh bengkok, sehingga berkontribusi secara signifikan pada pelestarian dan keberlangsungan hidup spesies yang memukau ini. Upaya ini diharapkan dapat mendukung keberadaan burung paruh bengkok di alam liar, menjaga keseimbangan ekosistem, dan memastikan bahwa generasi mendatang dapat menikmati keindahan serta keunikan mereka.

Beka park adalah tanah untuk menjaga pohon penting bagi kakatua anak jenis abbotti di Masakambing tetap terjaga dan Ciwi park kebun pakan dan pohon penting bagi burung paruh bengkok di Seram Bagian Barat

     Program Rehabilitasi ini akan mencakup wilayah pesisir yang sangat penting, dengan fokus khusus pada upaya rehabilitasi hutan bakau yang berfungsi sebagai ekosistem vital dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Selain itu, program ini juga akan melibatkan kegiatan pembibitan bakau untuk memastikan regenerasi yang berkelanjutan. Melalui kedua inisiatif ini, diharapkan dapat meningkatkan kesehatan ekosistem pesisir serta mendukung keanekaragaman hayati di daerah tersebut. magrov merupakan vegetasi yang sanagt penting diwilayah pasang surut, Jenis ini memiliki manfaat yang sangat banyak yaitu diantaranya meliputi: menjaga abrasi pantai, benteng alam dari badai dan ombak, mencegah terjadinya intrusi air laut, penyaring polutan. manfaat mangrof bukan hanya terbatas pada hal tersebut tapi juga menjasi sumber pakan dan habitat banyak satwa liar baik itu reptil seperti ular, dan biyawak , beberapa jenis aves termasuk menjadi habitat, tempat bersarang dan sumber pakan beberapa jenis burung paruh bengkok, beberapa jenis mamalia seperti kelelawar. menjadi habitatpenting bagi sebagian jenis ikan, krustasea dan moluska.

Kakatua-kecil jambul-kuning bertengger di pohon bakau yang digunakan sebagai pohon sarang (sebelah kiri) dan rehabilitasi hutan bakau (sebelah kanan).

     Pohon-pohon yang memiliki peranan penting lainnya dalam ekosistem, sekaligus menjadi sumber pakan bagi burung paruh bengkok, akan ditanam secara khusus di lahan milik KKI. Selain berfungsi sebagai pakan, pohon-pohon ini juga akan berfungsi sebagai tempat bersarang dan tempat tidur bagi berbagai spesies burung. Penanaman jenis-jenis pohon ini dilakukan dengan mempertimbangkan alternatif habitat yang sesuai dan juga untuk memastikan ketersediaan pohon-pohon penting bagi kehidupan satwa. Setiap jenis pohon yang akan ditanam akan disesuaikan dengan lokasi dan wilayah geografisnya agar dapat tumbuh dengan baik dan berkelanjutan. Di kawasan Masakambing, akan dilakukan penanaman yang terencana dengan jenis-jenis pohon tertentu seperti pohon kelapa, kapuk, pinang, klompe, sukun, asem, kedondong, belimbing, kelor, dadap.  kemudian untuk jenis tanaman di wilayah seram  jenisnya meliputi Kenari, Ketapang, Matoa, Kayu loreng, Kayu burung, Bintanggur hitam, Koltada, Durian, Jambu bol, Langsat, Pisang, Pepaya, Sepatu dewa, Bunga merak, Bunga turi, Bunga sepatu, Kelor.

Kakatua-kecil jambul-kuning sedang makan bunga kapuk (sebelah kiri) dan Perkici pelangi sedang makang bunga kayu burung (sebelah kanan)